Apa yang Disadari Setelah Dewasa?


  1. Harus selalu percaya pada long-termisme (jangka panjang). Saya melihat dengan mata kepala sendiri seorang cowok setiap hari lari 5 km, makan tidak lebih dari 10 yuan, malamnya 200 push-up, selama 3 tahun SMA ia turun 50 kg. Saya juga melihat seorang cewek yang dianggap “tidak berguna” setiap hari mengedit video rias wajahnya, begitu lulus langsung mencapai kebebasan finansial. Long-termisme + hal yang bernilai = orang hebat. Seperti yang dikatakan Li Xiaolai — hal-hal yang bernilai layak kita lakukan perlahan-lahan, layak kita luangkan waktu yang cukup untuk mengerjakannya.

  2. Di kantor, beranilah sedikit, bicaralah dengan percaya diri. Pekerjaan rusak ya rusak, tidak baik ya tidak baik. Jangan takut. Kerja biasa aja, jangan plin-plan dan ciut nyali. Santai aja. Ubahlah citra “anak baik” masa lalumu. Buat orang lain merasa kamu ribet, tidak mudah dihadapi. Sesekali, tanpa mencolok, perlihatkan kemampuanmu — misalnya kekuatan finansial, bakat sesungguhnya. Belajarlah “cari enak sendiri” (摸鱼), dengan begitu pekerjaan apa pun terasa ringan, tanpa tekanan, kamu senang, dan waktu terasa cepat. Tidak bisa lempar kesalahan tidak apa, tapi jangan dijadikan kambing hitam. Jadilah “wajan anti lengket” — jangan sampai ada yang menempel padamu. Itulah namanya veteran licin (老油条).

  3. Jangan terlalu sensitif terhadap dunia luar. Dunia luar semuanya buatan manusia. Tujuannya adalah menggoda, menguras, dan mengorbankanmu. Semua soal “sukses”, “kaya raya”, “patuh aturan” — itu semua konsep, permainan, film. Kalau kamu anggap serius, kamu akan hidup penuh ketakutan, atau mempertaruhkan segalanya dan berlari telanjang menjadi domba sembelihan. Esensi manusia adalah segumpal kesadaran. Jika kamu terlalu sensitif terhadap informasi luar, terlalu sensitif terhadap hasutan orang, terlalu sensitif terhadap yang namanya peluang, kemungkinan besar kamu akan berbuat salah.

Saat kamu tidak lagi mengejar kesuksesan, tidak lagi berpikir untuk cari uang besar, tidak lagi peduli pada penilaian orang lain — kamu tidak akan lagi menganggap dunia luar begitu berat. Sebaliknya, kamu akan lebih menghargai diri sendiri, mengapresiasi diri sendiri. Jika kamu bisa bermuka tebal sampai — semakin orang lain membencimu, semakin kamu mencintai dirimu sendiri — maka selamat, kamu telah menemukan hakikat kebebasan. Karena kebebasan, pada dasarnya, adalah dibenci oleh orang lain.

  1. Kuberitahu kamu sebuah kebenaran mistis. Baik persahabatan maupun cinta, “kompatibilitas ke bawah” (向下兼容) yang kamu lakukan pada orang lain sejatinya adalah menusuk punggungmu sendiri. Kamu bisa menerima dia hanya membuktikan kamu punya kemampuan itu. Tapi itu sama sekali tidak berarti dia orang baik. Dengan kata lain, masalah ini pada hakikatnya menyaring kamu, bukan dia. Bilangnya bagus — kamu punya kemampuan kuat, kamu bisa kompatibel ke bawah dengan orang lain. Tapi to put it bluntly, kamu tidak punya ambang batas (threshold). Dan kamu terus-terusan kompatibel ke bawah hanya akan membuat lawan terbiasa, menganggap itu kemampuannya sendiri. Karena orang yang punya sedikit kesadaran diri tidak akan semudah itu menerima kebaikan orang lain.

  2. Apa yang kuhilangkan, memang bukan milikku. Apa yang kucari, justru memenjarakanku. Segala sesuatu hanya bisa kugunakan, bukan kumiliki. Tanpa keinginan maka teguh, tanpa tindakan maka segala terlaksana. Semua adalah benda di luar diri. Kamu tidak bisa memilikinya, hanya bisa mengalaminya. Jika kamu terlalu peduli soal dapat atau tidak dapat, masalah pun muncul. Perhatianmu hanya tertuju pada dua hal: yang kumiliki dan yang tidak kumiliki.

Kamu tidak benar-benar bisa memiliki apa pun dari luar. Segala sesuatu lahir karena sebab dan kondisi bertemu, dan lenyap karena sebab dan kondisi bercerai. Kamu hanya meminjam tubuh dan otak ini untuk mengalaminya. Jika kamu ngotot ingin menggenggamnya, ingin memilikinya, kamu akan semakin jauh dari benar-benar memilikinya. Cara paling dekat dengan benar-benar memiliki adalah mengalaminya sepenuhnya.

  1. Tanpa daya eksekusi (execution), ide bagus sama dengan nol. Hanya input satu arah tidak bisa menghasilkan output. Yang benar-benar menghasilkan hasil adalah tindakan. Seperti hari ini kamu cari uang lebih banyak, maka kamu selangkah lebih dekat membeli mobil dan rumah. Ada dua cara input yang baik: satu, perbanyak pengalaman; dua, kumpulkan kesenjangan informasi (information gap), lalu tiru pengalaman sukses orang lain.

  2. Saat kondisi mental sedang buruk, paksa dirimu setiap hari memakai baju bagus, berdandan tipis, sering keluar, sering jalan-jalan, bertemu banyak orang berbeda, mendengar banyak cerita berbeda, makan makanan yang selama ini tidak bisa kamu terima. Dengan memaksa mengubah lingkungan fisik, selangkah demi selangkah hatimu mengikuti lingkungan (心随境转). Perlahan kamu akan mendapat kejutan — kamu akan sadar bahwa mengubah suasana hati tidaklah sulit. Dunia luas ini punya begitu banyak hal menarik, dan kita begitu kecil, di alam semesta bahkan bukan setitik debu. Setelah kamu merasakan manisnya memaksa mengubah suasana hati sendiri — yaitu tiba-tiba sadar suasana hatimu membaik — kamu bisa perlahan mengendalikan dirimu, mencapai tahap “lingkungan mengikuti hati” (境随心转).

  3. Saat kamu tidak berhubungan dengan orang lain, emosimu paling stabil. Emosimu akan berubah mengikuti orang yang kamu temui. Ada orang yang bicaranya bikin kesal, meremehkanmu — tentu emosimu akan lepas kendali, entah depresi cemas, entah brutal. Ada orang yang bersedia mengafirmasimu, menyemangatimu, menghargaimu lebih — tentu emosimu akan naik, nyaman, gembira. Emosimu tidak stabil sepenuhnya karena orang lain, bukan salahmu. Jadi nikmati saja kesendirian, atau terima orang-orang yang membuatmu nyaman.

  4. Siapa pun, apa pun, hubungan apa pun — jangan berkeras, jangan bergeming — kamu akan jauh lebih tenang, lebih santai, lebih lapang dada. “Tidak goyah oleh sanjung hina, saksikan bunga mekar layu di halaman; tidak peduli pergi dan tinggal, pandang awan terbentang dan menciut di angkasa.” Mengetahui bahwa tidak bisa berbuat apa-apa, dan menerimanya bagai takdir — inilah tahap yang dicapai orang berhikmat besar. Setiap saat, hendaknya: lakukan yang terbaik, serahkan pada takdir. Menerima alamiah adalah prasyarat, berjuang sekuat tenaga adalah pelaksanaannya. Jika tidak, hanya duduk memandang awan dan bunga berguguran, yang tersisa hanyalah penyesalan.

  5. Pak Feng Tang (冯唐) pernah berkata: Jika tidak ingin kena kanker, atau ingin jarang kena kanker, terutama para wanita — kanker payudara, kanker ovarium, kanker serviks — harus benar-benar lepaskan, harus agak brengsek sedikit. Batinmu harus kuat sampai taraf brengsek — maka peluang terkena kanker akan lebih kecil!

Di sini saya teringat pepatah lama: “Tanpa pikiran tanpa perasaan, hidup tidak melelahkan.” ❤️❤️

  1. Hidup seumur hidup adalah hidup dengan diri sendiri — menikahi diri sendiri, tidur dengan diri sendiri, menyendiri dengan diri sendiri. Orang atau hal dari luar yang menguras energimu, blokir semuanya. “Apa urusanmu, apa urusannya.” Kelola dengan baik kelelahan batin (内耗)mu sendiri. Kumpulkan uang dengan giat, jangan beli barang tidak perlu, konsumsilah secara rasional. Tingkatkan dirimu, ciptakan pendapatan bebas — kamu akan memiliki rasa santai. Keadaan mental ini sangat nyaman.

  2. Saya pernah membaca kutipan ini: “Apa pun yang kamu lakukan, pasti berusahalah melakukannya dengan sebaik-baiknya. Dalam proses berusaha, kamu pasti akan belajar sesuatu. Terakumulasi hari demi hari, hidupmu akan mengalami perubahan kualitatif. Jika kamu hanya asal-asalan, kamu mungkin tidak mendapatkan apa-apa, malah sikapmu terhadap pekerjaan juga menjadi asal-asalan, dan yang lebih penting, kamu membuang-buang waktu. Bagaimana kamu memperlakukan hidup, hidup juga akan memperlakukanmu seperti itu.”

  3. Mungkin banyak orang menghabiskan waktu untuk menerima orang yang sulit diterima. Sebenarnya, hidup punya kemungkinan lain — yaitu memilih. Jika kamu sudah berusaha lama tetapi tetap sulit menerima seseorang, sampai-sampai menyalahkan diri sendiri, menghancurkan diri sendiri — kenapa kamu memaksakan diri? Lama-lama kamu jadi depresi. Coba lihat jalan lain — terima bahwa saat ini kamu hanya bisa begini, dan pilih orang lain. Ini adalah penghormatan terhadap keunikan dirimu sendiri.

  4. Manusia akan mati. Setelah mati tidak bisa melakukan apa pun. Beberapa puluh tahun lagi tidak akan diingat siapa pun. Jadi saat hidup, buka lebar-lebar tanganmu.

  5. Pak Luo Xiang (罗翔) berkata: “Mereka yang keluarga asalnya tidak baik — lambat setengah langkah, beberapa langkah, itu sudah sangat hebat. Jangan salahkan dirimu. Karena saat orang lain tumbuh, kamu masih terperangkap dalam kelelahan batin (内耗) keluarga asal. Saat orang lain membangun karier, kamu masih sibuk memperbaiki dirimu. Keluarlah dari kelelahan batin.” Setiap orang punya titik awal berbeda. Kita tidak bisa memilih keluarga asal kita, tapi kita bisa memilih bagaimana membentuknya.

  6. Orang yang lembek hati adalah orang tanpa keberuntungan. Lembek hati tampak lapang dada tapi sebenarnya bodoh, tampak baik hati tapi sebenarnya lemah. Lembek hati dan sungkan hanya akan membunuhmu. Ketidakpedulian dan ketegasan rasional adalah senjata bertahan hidup.

  7. Penderitaan terbesar manusia datang dari berurusan dengan orang dan mendengarkan aturan. Hidup tidak punya makna — hanya pengalaman 30.000 hari. Di mana pun, hidup itu sama seperti main game. Jangan hidup dalam game orang lain.

  8. Ingatlah selamanya wajah buruk lawan bicaramu. Jangan lembek hanya karena beberapa kata manis — jika tidak, semua yang kamu derita memang pantas. Orang dewasa, sikap paling tidak dewasa adalah saat senang langsung memaafkan masa lalu. Sisi baik mungkin pura-pura, tapi sisi buruk adalah nyata.

  9. Ketidakpekaan (钝感力) + kekuatan memblokir (屏蔽力) = hidup tanpa tanding. Jangan mengintip kehidupan orang lain. Jangan menerka pikiran orang lain. Jangan terperangkap di masa lalu atau mencemaskan masa depan. Orang dan hal yang menyebabkan kelelahan batinmu, tidak perlu dipikirkan barang sekali pun. Kembalikan waktu dan energimu pada dirimu sendiri. Jagalah hati nuranimu di tengah gemerlap harta dan nama. Melangkahlah dengan percaya diri di tengah tatapan dunia. Terjemahan: “Bukan urusan gue, bukan urusan lu = hari-hari damai.”

  10. Jangan pernah menjalani hidup asal-asalan (混). Kamu sebulan 5000 yuan, setahun 60.000 yuan, umur 20 sampai 30 tahun sepuluh tahun cuma 600.000 yuan — tabungan mungkin tidak sampai 20%. Sehari asal-asalan dan sehari berusaha keras tidak terlihat bedanya, tapi dua tiga bulan kemudian kamu akan melihat aura berbeda, tiga lima tahun kemudian kamu akan melihat jalan hidup berbeda. Kita lahir semua biasa-biasa saja. Maka harus berjuang dari bawah, berusaha membuat dirimu gemerlap.

Jadilah bintang yang gemerlap itu. ❤️❤️

  1. Orang bilang kamu keras kepala — artinya mereka tidak bisa mem-PUA-mu. Bilang sikapmu salah — biasanya karena secara logika mereka kalah, jadi mereka menyerang sikapmu. Bilang kamu egois — lebih sering karena mereka tidak bisa mengambil untung darimu. Bilang kamu bermasalah moral — biasanya yang kamu lakukan sudah sesuai aturan, mereka tidak bisa cari salah, jadi hanya bisa memfitnahmu secara moral.

Ingat, sebagian besar waktu, saat orang lain mencelamu, menuduhmu, di belakangnya ada sistem logika yang melayani kepentingan mereka. Jangan cemas secara mental karena tuduhan orang lain. Ingat — posisi berbeda, kepentingan berbeda. Itu saja.

  1. Seorang wanita, jika berhasil bertapa hingga: Pria melihatmu tidak timbul nafsu jahat, hanya timbul rasa hormat; Anak melihatmu akrab secara alami, seperti bertemu angin musim semi; Orang tua melihatmu penuh kasih sayang, seperti bertemu kenalan lama; Bahkan hewan kecil mau berhenti, tidak kaget tidak takut — Maka kamu pasti telah melewati tak terhitung cobaan dan rintangan. Kamu bukan lagi tamu fana. Medan magnetmu sudah sangat murni. Dan semua ini membutuhkan berkah dan pahala besar, sekaligus juga membutuhkan penggemblengan seperti di neraka.

  2. Jangan mengasihani siapa pun. Welas asih sejati adalah membiarkan apa yang seharusnya terjadi terjadi. Jangan berpikir jadi juru selamat orang lain. Dengan kemampuanmu itu, kamu tidak bisa mengintervensi nasib orang lain. Tidak ada orang yang benar-benar kasihan di dunia ini. Ketika seseorang didefinisikan sebagai orang kasihan, pasti ada sisi sebaliknya — yakni keburukannya, yang semuanya dibuat oleh dirinya sendiri. Orang kasihan dalam masyarakat telah membentuk kesepakatan “mencari ke luar” (向外求): saya kasihan, kamu harus iba padaku. Bukan mencari ke dalam (向内求) — diri sendiri yang kuat adalah inti penyelesaian masalah, dan bahkan masih punya tenaga untuk membantu orang lain.

  3. Sebuah kutipan yang baru-baru ini menyembuhkan saya: “Aku bilang aku mau bailan (let it rot / embrace the slump), tapi sebenarnya tidak bukan tidak melakukan apa-apa. Aku hanya ingin diriku lebih santai, tidak terlalu mengharapkan masa depan yang jauh, tidak peduli pada pandangan orang lain. Aku ingin menjadi orang yang seperti itu — hidup hanya untuk hari ini.” “Kemajuan sejati bukanlah keraguan diri yang penuh kecemasan, melainkan penerimaan diri yang tenang. Bukan didorong oleh ketidakpuasan terhadap diri sendiri, melainkan ditarik oleh tujuan indah, dengan sabar menunggunya berbunga dan berbuah, percaya bahwa pertumbuhan akan terjadi secara alami.”

  4. Ingin seseorang “memberi arang di kala salju turun” — membantumu di saat susah — ada satu prasyarat: buat dia merasa kamu orang yang berguna, pasti suatu hari akan sukses besar. Karena adanya ekspektasi inilah, orang baru mau mengulurkan tangan membantumu saat kamu jatuh. Jika dia tahu kamu “lumpur yang tidak bisa dilekatkan ke tembok” (烂泥扶不上墙) dan masih mengharap pertolongan — kamu bodoh, atau dia bebal.

  5. Di kelompok mana pun, jika kamu merendahkan posisimu terlalu jauh dan berusaha akrab dengan semua orang dengan cara ini, pasti kamu akan sangat kecewa. Di dunia ini, mulut orang bilang iba pada yang lemah, tapi ketika benar-benar memilih mitra kerja sama, pasti mereka mencari yang kuat. Hanya dengan terus meningkatkan diri, membuat dirimu lebih bernilai, barulah kamu mendapatkan yang namanya koneksi (connections), dan orang lain akan otomatis mendekat padamu.

  6. Jika orang lain bicara dua kata saja kamu tidak tahan, oleh dua kata tidurmu terganggu, makammu tidak enak — betapa lemahnya dirimu? Kamu harus paham, yang bisa mengganggumu biasanya adalah kepedulianmu yang berlebihan. Yang bisa menyakitimu biasanya adalah ketidakikhlasanmu sendiri. Jika kamu tenang, tidak ada yang bisa mengganggumu.

  7. Orang yang lembek hati adalah orang tanpa keberuntungan. Lembek hati tampak lapang dada tapi sebenarnya bodoh, tampak baik hati tapi sebenarnya lemah. Lembek hati dan sungkan hanya akan membunuhmu. Ketidakpedulian dan ketegasan rasional adalah senjata bertahan hidup.

  8. Orang yang suka membantah tidak akan pernah punya keberuntungan. Tipe orang ini, apa pun yang dikatakan orang lain, selalu punya kebiasaan menyangkal, kebiasaan berkata sebaliknya — untuk menonjolkan eksistensi dan nilai diri mereka. Selalu ingin menang dalam kata-kata adalah “kebiasaan komunikasi kelas bawah”, dan merupakan pembunuh semua hubungan. Orang yang benar-benar pintar, setiap saat menahan hasrat membantahnya, mengubah bantahan menjadi refleksi, mengganti perdebatan dengan diam.

  9. Sekarang berhentilah. Lihat sekelilingmu. Kedipkan matamu. Sentuh lenganmu. Pertama: Selagi kamu masih hidup sehat, satu-satunya fakta adalah — kamu saat ini hidup sehat, kamu bisa merasakan semua di sekitarmu. Selain itu, tidak ada yang nyata. Kedua: Apa yang ada di kepalamu — besok mau ngapain, dulu siapa yang jahat padamu, hal yang membuatmu sedih belakangan ini, dan emosi yang timbul karenanya — semua itu permainan di kepalamu. Palsu.

Semua ketenangan berasal dari poin pertama. Ketenangan adalah — selama tidak ada rasa sakit fisik, sebenarnya kamu tidak punya masalah apa-apa. Seperti dewa yang mengamati dunia dengan tenang. Semua penderitaan berasal dari poin kedua. Penderitaan adalah — manusia hidup di alam palsu pikiran, menyiksa diri dalam mimpi. Inilah kunci kedamaian dan kebahagiaan hidup.